Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

Perjuangan Selesaikan Disertasi di Sela Perjalanan Berhari-hari di Kapal Laut, Almunauwwar Raih Predikat Wisudawan Terbaik S-3 UIN Syekh Wasil Kediri

UINSW Newsroom – Almunauwwar bin Rusli, wisudawan S-3 Program Studi Studi Islam, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada gelaran Wisuda Gelombang 2 Tahun 2026, Sabtu (25/7/2026). Perjuangan Almunauwwar bukan raihan instan, banyak cerita penuh tekad dan kegigihan yang ia jalani, salah satunya menuntaskan disertasi di sela perjalanan pulang kampungnya.

Menjadi mahasiswa rantau asal Manado mengharuskan Almunauwwar seringkali menempuh perjalanan jauh dari Kediri ke kampung halaman. Akan tetapi keterbatasan finansial tidak menghentikannya melangkah. Banyak cara ia lakukan untuk bertahan, salah satunya dengan menempuh perjalanan menggunakan moda kapal laut.

Perjalanan kapal dari Surabaya menuju Bitung atau sebaliknya membutuhkan waktu tiga hari tiga malam. Almunauwwar memanfaatkan waktu tersebut bukan untuk beristirahat, namun mengerjakan disertasinya di tengah hempasan gelombang laut yang kadang tak bersahabat.

"Selama S-3 saya hampir tidak pernah naik pesawat. Saya memilih naik kapal laut. Disertasi saya selesai di atas kapal, baik saat perjalanan Surabaya-Bitung maupun Bitung-Surabaya," kenangnya.


Almunauwwar mengibaratkan perjuangannya seperti seorang nahkoda yang ditempa oleh kerasnya lautan. "Nahkoda yang tangguh tidak lahir dari laut yang tenang, tetapi dari laut yang keras dan berombak," sebutnya.

Jarak ratusan kilometer dari keluarga ini rela ia tempuh bukan tanpa alasan. Pendidikan untuk meraih jenjang doktoral ini ia mantapkan di UIN Syekh Wasil Kediri karena menurutnya Kediri adalah salah satu pusat pembelajaran pendidikan Islam.

"Bagi saya, Kediri adalah kiblat bagi anak-anak Pendidikan Agama Islam. UIN Syekh Wasil Kediri merupakan representasi keilmuan PAI. Saya ingin belajar dari ekosistem pendidikan Islam yang berkembang di Kediri, mulai dari pesantren, madrasah, hingga tata kelola kelembagaannya, untuk kemudian saya bawa pulang dan adaptasikan di Manado," ungkapnya.

Bahkan, ia memiliki makna tersendiri terhadap kota tempatnya menimba ilmu. "Bagi saya pribadi, Kediri memiliki makna tersendiri, yaitu ‘kemampuan berdiri sendiri’," lanjut dosen IAIN Manado ini sembari tersenyum.

Didampingi oleh keluarga besarnya di hari wisuda, Al-Munauwwar akhirnya berhasil membuktikan bahwa perjuangannya selama ini membuahkan makna. Dari gelombang Laut Jawa menuju panggung wisuda, ia membawa pulang bukan hanya gelar doktor, tetapi juga kisah inspiratif tentang ketekunan, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah.

Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya