Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Ajak Calon Alumni Fakultas Tarbiyah Kuasai Bakat dan Adaptif Menghadapi Era Artificial Intelligence

UINSW Newsroom - Rektor UIN Syekh Wasil Kediri mengajak calon alumni Fakultas Tarbiyah untuk terus mengembangkan kompetensi dan mengasah bakat di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), saat memberikan sambutan pada Yudisium Fakultas Tarbiyah, Kamis (23/07/2026). Pesan tersebut diperkuat Dekan Fakultas dan pemateri orasi ilmiah yang menekankan pentingnya pengabdian, pengalaman, serta kemampuan membangun empati sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Yudisium yang diikuti 783 mahasiswa tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas, dan Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU).

Wahidul Anam menilai perkembangan AI telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Karena itu, menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus mampu terus belajar mengikuti perkembangan zaman. "Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah dunia pendidikan. Karena itu, Saudara harus terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Saya berpesan kepada para calon alumni Fakultas Tarbiyah agar menemukan satu bakat yang dimiliki, kemudian menekuni dan mengembangkannya secara konsisten. Saya yakin, hal itu akan menjadi bekal untuk meraih kesuksesan di masa mendatang," tegasnya pada Gedung Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah, Munifah mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu tentang dua golongan yang layak dicemburui, yakni orang yang memanfaatkan hartanya di jalan Allah dan orang yang diberi ilmu kemudian mengamalkan serta mengajarkannya.

"Karena itu, Anda harus terlibat dalam dinamika sosial sesuai dengan keahlian masing-masing," ungkap dekan.

Menurutnya, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun profesi yang dijalani, tetapi juga dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


Pesan senada disampaikan dalam orasi ilmiah oleh Adri Suyanto, S.H. Ia mengajak calon alumni untuk mengubah cara pandang terhadap pekerjaan. Menurutnya, bekerja bukan sekadar mengejar penghasilan atau jabatan, tetapi menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi.

Ia menilai seseorang yang berprofesi sebagai pendidik tidak seharusnya hanya berorientasi pada gaji dan karier, melainkan mampu memahami makna pekerjaannya sekaligus menciptakan tantangan yang dapat meningkatkan kualitas diri.

"Jangan memikirkan gaji terlebih dahulu, tetapi pikirkan pengalaman. Sebelum umur 30 tahun carilah tantangan yang lebih sulit agar pikiran dan pengalaman terus berkembang," pesannya.

Adri juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat di lingkungan kerja melalui kemampuan berempati. Menurutnya, perbedaan karakter maupun generasi sering kali menjadi tantangan dalam berkomunikasi sehingga diperlukan kemampuan memahami cara berpikir, perasaan, dan kebutuhan orang lain.

Melalui pesan-pesan tersebut, para calon alumni Fakultas Tarbiyah diharapkan mampu menjadi lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat, serta memiliki karakter, empati, dan semangat belajar sepanjang hayat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: Berlyan | Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya